Thursday, January 29, 2009

3 Mortir al Qassam Paksa Tentara Zionis Israel Mundur dari Maghazi


GAZA (Arrahmah.com) - Brigade al-Qassam menyatakan bertanggung jawab atas serangan 3 mortir ke arah pasukan khusus Zionis Israel yang merangsek masuk di timur Maghazi, wilayah tengah Jalur Gaza, Rabu (28/1).

Dalam komunike militernya, al Qassam mengatakan, “Aksi ini bagian dari perlawanan terhadap segala upaya pasukan Zionis Israel yang mencoba masuk ke dalam wilayah Jalur Gaza. Juga sebagai balasan atas kejahatan dan serangan Israel yang terus dilakukan terhadap rakyat Palestina. Juga terhadap blockade dzalim yang terus diberlakukan terhadap warga Palestina.”

Al Qassam menegaskan akan terus melanjutkan perlawanan, dan menghadapi upaya-upaya pasukan Zionis Israel yang mencoba merangsek masuk ke wilayah Jalur Gaza. Pihaknya akan membalas dengan segala kekuatan atas segala kebodohan yang dilakukan pasukan Zionis Israel.

Pasukan militer Israel dipaksa mundur dari timur al Maghazi setelah berhasil masuk sejauh 500 meter di dalam wilayah Jalur Gaza dan mulai membuldoser lahan pertanian yang cukup luas.
Para saksi mata mengatakan 3 kendaraan militer Zionis Israel dan dua buldoser merangsek masuk dari lahan Abu Shafia di timur Maghazi sejauh 500 meter di dalam wilayah Jalur Gaza. Buldoser Israel langsung meratakan lahan pertanian milik warga. Para saksi mata menjelaskan, para pejuang perlawanan Palestina terlibat baku senjata dengan pasukan khusus Zionis Israel yang masuk ke daerah tersebut.

Para saksi mata menambahkan, lima kendaraan militer dan empat buldoser masuk dari gerbang al Madrasah di timur desa al Mashdar sejauh 50 meter. Mereka juga langsung meratakan lahan pertanian milik warga. Pasukan khusus Israel menduduki rumah-rumah milik keluarga Abu Shafiya. (Hanin Mazaya/infopalestina)

Tuesday, January 20, 2009

Abu Ubaidah: Kemampuan Tempur Hamas Masih Tangguh



Monday, 19 January 2009
Juru Bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan, kemampuan roket Hamas tidak menurun. Seperti dilaporkan Televisi Al-Aqsa, Juru Bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah dalam jumpa pers di Gaza menyatakan, tidak seperti yang diklaim Rezim Zionis Israel, pasukan kami hingga akhir peperangan terus menembakkan roket ke wilayah Palestina pendudukan dan kami tetap siap untuk menembakkan roket berikutnya. Israel mengklaim Hamas sudah tidak mampu menembakkan roket ke wilayahnya, Abu Ubaidah menambahkan, dalam perang yang tidak seimbang ini brigade Al-Qassam hanya kehilangan 48 anggotanya dan seribu lebih syuhada lainnya adalah warga sipil. Di sisi lain Israel mengaku jumlah pejuang yang gugur mencapai lima ratus orang.

Abu Ubaidah menilai pembunuhan tawanan Israel oleh serdadu rezim ini sendiri adalah ilegal. Ditambahkannya, serdadu Israel menembaki warganya yang menjadi tawanan pejuang dengan harapan tidak ada lagi tawanan perang yang masih tertinggal di tangan pejuang. Ia menyebut klaim Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, yang menyebut korban tewas di pihak tentaranya yang hanya berjumlah sepuluh orang sangat menggelikan. Ditegaskannya, Hamas sendiri telah berhasil membinasakan 80 serdadu Israel. Menurutnya, jika klaim Tel Aviv yang mengaku berhasil menghancurkan pelontar roket kami maka seharusnya rezim ini menyiarkan rekaman atau gambar pelontar roket yang hancur tersebut.

Berbagai kutukan terhadap penjajah Zionis Israel terlontar melalui orasi dan poster yang diusung massa demonstran Partai Keadilan Sejahtera dalam demo besar-besaran hari ini di jalan Tamrin Jakarta. Termasuk, poster monyet yang disimbolkan untuk Israel.

Bagi rakyat Indonesia, monyet adalah simbol perilaku yang jelek, tidak tahu malu, dan selalu berkhianat.

Selain simbol monyet, massa demonstran yang rela berpanas-panasan mengajak umat Islam untuk bersimpati terhadap perjuangan organisasi gerakan Islam Palestina, Hamas. Bahkan, mereka mengindentikkan PKS sebagai gerakan Hamas yang selalu bersikap tegas terhadap Zionis Israel. Ajakan lain dari massa PKS adalah 'one man, one dolar'. Mereka mengajak umat Islam Indonesia untuk menginfakkan senilai satu dolar Amerika untuk membantu pendanaan umat Islam Palestina yang saat ini dibantai Israel.

Wednesday, December 17, 2008

Putri Presiden Libya Beri Bintang Penghargaan Wartawan Pelempar Bush


Putri presiden Libya, Aisha Muammar al-Qaddafi memberi penghargaan wartawan yang melempar muka Presiden Bush



Hidayatullah.com--Putri presiden Libya, Aisha Muammar al-Qaddafi yang juga direktur Yayasan Amal Sosial "Wa'tashimu" Libya memberikan bintang penghargaan (wisam as-syaja'ah) kepada Muntadzir az-Zaidi, wartawan Iraq yang melempar muka Presiden Amerika Bush dengan sepatunya.

Dalam keterangan persnya, Yayasan "Wa'tashimu" memandang apa yang telah dilakukan oleh Zaidi adalah "sebuah kemenangan bagi hak asasi manusia, undang-undang, dan perdamaian internasional."

Selain itu, yayasan tersebut juga meminta pemerintahan Irak untuk memberikan penghargaan serupa, disamping menyerukan organisasi dan asosiasi pers internasional untuk memberikan dukungannya terhadap Zabidi untuk tidak titangkap dan diperkarakan.

Sementara itu, mantan ketua lembaga pembela Saddam Husain Khalil ad-Dalimi mengatakan bahwa ia telah mempersiapkan pembelaan hukum terhadap Zaidi bersama 200 pengacara Arab dan internasional lainnya.

Sebagaimana diketahui, az-Zaidi adalah seroang wartawan televisi Iraq, "Al-Baghdadiyyah".[qds/iol/atj/www.hidayatullah.com]

Al Zaidi Dikabarkan Mengalami Luka dan Patah Tangan
Wednesday, 17 December 2008 08:47

Kondisi terakhir wartawan Iraq, Muntazar Al Zaidi misterius. Dia dikabarkan luka bagian kepala dan patah tangan



Hidayatullah.com-- Keberadaan pelempar sepatu terhadap Presiden AS George W Bush itu juga dirahasiakan. Namun diyakini bahwa saat ini Al Zaidi dirawat di sebuah RS di Baghdad, karena mengalami luka serius di bagian kepala dan patah tangan.

Informasi kondisi Al Zaidi ini disampaikan saudara kandungnya, Maitham Al Zaidi, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/12/2008). Menurut Maitham, Muntazar Al Zaidi mengalami luka serius di bagian kepala setelah dipukul tentara Irak dengan senapan seusai melempar Bush dengan sepatu.

Maitham mengatakan Al Zaidi saat ini dirawat di RS Ibnu Sina Baghdad dengan penjagaan sangat ketat tentara khusus Irak. "Yang kami ketahui dari seseorang yang menghubungi kita, bahwa Muntazar dilarikan ke RS Ibnu Sina. Dia mengalami luka di bagian kepala karena dihantam dengan gagang senapan dan salah satu lengannya patah," jelas Maitham.

Saat ditanya wartawan, siapa orang yang membocorkan informasi keberadaan Al Zaidi kepadanya, Maitham merahasiakannya. Karena itu, pengakuan Maitham ini belum bisa dikonfirmasi. Sejumlah pejabat Irak juga tak berkomentar sedikit pun mengenai kasus ini dan mengaku tidak bertanggung jawab.

Pihak militer AS mengatakan Al Zaidi berada di tahanan militer Iraq. Namun, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Irak membantah pernyataan militer AS dan mengaku tidak mengetahui kondisi Al Zaidi.

Seperti diberitakan, Ahad (14/12/2008), Al Zaidi yang terlihat marah, memanggil Bush dengan 'anjing' sebelum melempar sepasang sepatunya ke arah Bush. Bush yang saat itu berada di mimbar bersama PM Iraq Nuri Al Maliki menyampaikan jumpa pers, berhasil menunduk dan menghindari lemparan dua sepatu itu.

Dalam sekian detik, Zaidi kemudian dibekuk aparat di ruang jumpa pers itu. Al Zaidi kemudian diseret keluar dari ruangan. Al Zaidi sempat meronta dan berteriak mencoba melawan aparat. Setelah itu, nasib Al Zaidi tak diketahui pasti. Al Zaidi yang berumur 28 tahun dan merupakan jurnalis dari TV Stasiun Al-Baghdadia itu melakukan tindakan nekat karena kebenciannya terhadap Bush dan tentara AS. [dt/www.hidayatullah.com]
Middle East Online

Sunday, December 7, 2008

Laskar At Thayiba: “Kami Tidak Ada Hubungan dengan Serangan Mumbai”


Hidayatullah.com--Laskar At Thayiba menolak bertanggung jawab atas serangan terakhir di Mumbai. Dalam wawancaranya di majalah Out Look India (3/12) Hafidz Said, pempinan jama’ah milisi At Thayiba menafikan adanya berbagai macam bentuk hubungan antara jama’ahnya dengan serangan di kota Mumbai pada pekan lalu, yang menyebabkan 171 orang tewas dan 300 terluka.

Said mengatakan,”Kami tidak pernah melakukan hal itu, Laskar At Thayiba tidak akan membunuh rakyat sipil dan ini bukanlah hal pertama kali yang dituduhkan India kepada Pakistan, bahwa negara itu berada di belakang semua ini.

Lebih jauh dari itu, Said menyatakan bahwa tuduhan itu adalah cara India menghindar dari tanggung jawab.

“New Delhi menggunakan Islamabad sebagai kambing hitam atas ketidakmampuan negara itu memfungsikan intelijennya.

Sebagaimana diketahui bahwa India menuduh Laskar At Thayiba berada dibalik serangan itu. Laskar ini sebenarnya didirikan di Kunar Afghanistan tahun 1991. Pada tahun 1993 laskar yang terdiri dari warga Pakistan dan Afghanistan ini berhasil masuk ke wilayah Jamu Kashmir. Hingga dikenal bahwa laskar ini tetp aktif di Kashmir, hingga saat ini. [tho/iol/hidayatullah.com]
*Keterangan: Gambar hanya hiasan

Sunday, November 30, 2008

Gaza: Kewajiban Ukhuwah







Jalur Gaza atau sering disebut dengan Gaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.

Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.

Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael.

Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.

Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.

Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.

Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).

Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.

Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.

Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya

Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.

Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.

Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.

Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.

Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.

Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.

Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.

Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS:Al Hujuraat: 49 :10).

Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?

Rasulullah saw pernah bersabda:

Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).

Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).

Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.

Caranya? Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.

Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.

H. Ferry Nur S.S
tajuk asli: MENGENAI GAZA
Eramuslim

Friday, November 28, 2008

Jalan Cinta Hasan wa Husein: Beberapa Hadits Mengenai Ahlulbait Nabi (as)

Jalan Cinta Hasan wa Husein: Beberapa Hadits Mengenai Ahlulbait Nabi (as)

1.) "Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh. Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat, dan yang meninggalkannya akan tenggelam." (H.R. Thabrani)

2.) "Aku meninggalkan kalian yang apabila kalian pegang teguh tidak akan tersesat. Kitab Allah, dan keturunanku."(H.R. Tirmidzi)

3.) "Umatku yang pertama kali aku beri pertolongan (Syafa'at) kelak di hari Kiamat, adalah yang mencintai Ahli bait-ku."(H.R. al-Dailami)

4.) "Didiklah anak-anak kalian atas tiga hal. Mencintai Nabi kalian. Mencintai Ahli bait- ku. Membaca al-Qur'an.(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardaweih, dan at-Thabrani dalam kitab tafsir-nya)

5 Ketika turun ayat: "Katakanlah wahai Muhammad, Aku tidak meminta balasan apapun dari kalian kecuali mencintai kerabat." Kemudian Ibnu Abbas ra bertanya pada Rasulullah: Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan kerabat yang wajib kami cintai? Rasulullah SAW menjawab: Ali, Fatimah, dan anak keturunannya.

Demikian sebagian dalil-dalil dari Hadits Rasulullah SAW yang secara jelas menyatakan keutamaan Ahlu Bait. Bagaimana tidak, di dalam jasad mereka mengalir darah yang bersambung kepada makhluk yang paling utama, kekasih Allah, Rasulullah SAW.

Untuk lebih jelasnya lagi, saya persilahkan anda untuk membaca sendiri kitabnya al- Imam as- Suyuthi yang berjudul Ihya' al-Mayt fi Fadlo'il Ahli al-Bait, yg memuat 60 Hadits tentang keutamaan Ahlu Bait.

6.)Dari Yazid bin Hayan, katanya: "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Umar bin Muslim ke tempat Zaid bin Arqam r.a. Ketika kita sudah duduk-duduk di dekatnya, lalu Hushain berkata padanya: "Hai Zaid, engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Engkau dapat kesempatan melihat Rasulullah s.a.w., mendengarkan Hadisnya, berperang besertanya dan juga bersembahyang di belakangnya. Sungguh- sungguh engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Cubalah beritahukan kepada kita apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah s.a.w. Zaid lalu berkata: "Hai anak saudaraku, demi Allah, sungguh usiaku ini telah tua dan janji kematianku hampir tiba, juga saya sudah lupa akan sebahagian apa yang telah pernah saya ingat dari Rasulullah s.a.w. Maka dari itu, apa yang saya beritahukan kepadamu semua, maka terimalah itu, sedang apa yang tidak saya beritahukan, hendaklah engkau semua jangan memaksa-maksakan padaku untuk saya terangkan." Selanjutnya ia berkata: "Rasulullah s.a.w. pernah berdiri berkhutbah di suatu tempat berair yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau s.a.w. lalu bertahmid kepada Allah serta memujiNya, lalu menasihati dan memberikan peringatan, kemudian bersabda:
"Amma Ba'du, ingatlah wahai sekalian manusia, hanyasanya saya ini adalah seorang manusia, hampir sekali saya didatangi oleh utusan Tuhanku - yakni malaikatul-maut, kemudian saya harus mengabulkan kehendakNya - yakni diwafatkan. Saya meninggalkan untukmu semua dua benda berat - agung - iaitu pertama Kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah amalkanlah - dengan berpedoman kepada Kitabullah itu dan peganglah ia erat-erat." Jadi Rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk berpegang teguh serta mencintai benar-benar kepada kitabullah itu.
Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Dan juga ahli baitku. Saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku, sekali lagi saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku."
Hushain lalu berkata kepada Zaid: "Siapakah ahli baitnya itu, hai Zaid. Bukankah isteri- isterinya itu termasuk dari golongan ahli baitnya?" Zaid menjawab: "Ahli baitnya Rasulullah s.a.w. ialah Ahli keluarga keturunan - Ali, Alu Aqil, Alu Ja'far dan Alu Abbas." Hushain mengatakan: "Semua orang dari golongan mereka ini diharamkan menerima sedekah." Zaid berkata: "Ya, benar." (Riwayat Muslim)



Mumbai bermandi darah

28 Nov 2008 11:38AM

MUMBAI: Para penyerang bersenjata telah melancarkan beberapa siri serangan di bandar komersial India malam kelmarin, menyebabkan sekurang-kurangnya 100 orang terkorban dan lebih 300 orang cedera.

Sehingga akhbar ini dicetak, lebih 100 pelancong di Hotel Trident Oberoi masih ditawan oleh anggota militan. Bagaimanapun, para tebusan di Hotel Taj Mahal telah berjaya dibebaskan.

Lapan lagi lokasi turut diserang kumpulan militan yang mengenalkan diri mereka sebagai Deccan Mujahideen.

Ini termasuk sebuah stesen kereta api, sebuah hospital dan sebuah restoran popular.

Seorang rabai dan keluarganya pula ditawan di Bangunan Nariman, yang menempatkan Persekutuan Yahudi India.

Polis India berkata mereka telah menembak mati empat lelaki bersenjata dan menahan sembilan suspek.

Menurut mereka 81 orang awam, enam rakyat asing, dan 14 pegawai polis, termasuk ketua skuad anti- pengganas di Mumbai, Hemant Karkare, turut terbunuh dalam serangan semalam.

Seorang anggota militan di Hotel Trident Oberoi menghubungi saluran televisyen India dan berkata para tebusan hanya akan dibebaskan apabila semua 'mujahidin' atau 'pejuang Islam' yang kini ditahan di penjara India dibebaskan.

'Bebaskan semua mujahidin dan jangan ganggu penganut Islam di India,' kata lelaki yang mengenalkan dirinya sebagai Sahadullah.

Beberapa penggubal dasar dari Eropah termasuk antara pengunjung yang berada di Hotel Taj Mahal apabila penyerang bersenjata menyerbu sejurus tengah malam kelmarin.

'Saya berada di lobi dan tiba-tiba terdengar bunyi tembakan bertubi- tubi,' kata Sajjad Karim, yang menyertai delegasi yang sedang mengadakan lawatan ke Mumbai menjelang sidang puncak Kesatuan Eropah-India.

Menurutnya, seorang penyerang bersenjata tiba-tiba muncul di depan mereka.

'Dan dia mula melepaskan tembakan ke arah kami... Saya cepat-cepat lari di arah bertentangan,' katanya.

Menurut saksi, beberapa lelaki bersenjatakan raifal AK-47 telah menyerbu stesen kereta api Chhatrapati Shivaji dan melepaskan tembakan secara rambang.

'Mereka pakai T-shirt hitam dan jeans biru. Mereka bawa senjata besar. Mereka lepaskan tembakan secara rambang, kemudian melarikan diri. Dalam masa beberapa saat, ramai orang rebah,' kata seorang saksi, Nasim Inam.

Penyerang bersenjata juga melepaskan tembakan di Cafe Leopold, restoran popular di kalangan pelancong asing dan di ibu pejabat polis di selatan Mumbai. Hospital Cama dan Albless serta Hospital G.T turut menjadi sasaran kumpulan itu.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, semalam berkata, 'Serangan yang dirancang rapi, mungkin dengan bantuan luar, bertujuan mencetus huru-hara dengan memilih sasaran berprofil tinggi.'

Stesen televisyen Times Now, yang menukil pegawai perisikan berkata kumpulan bersenjata itu mungkin datang dari Pakistan.

Tentera laut India telah menahan sebuah kapal berdaftar di Vietnam yang disyaki menurunkan pengganas ke dalam bot laju di Laut Arab sebelum menyerang Mumbai, lapor stesen televisyen IBN.

Sehubungan itu, Abdullah Ghaznavi, seorang jurucakap Lashkar-i-Tayyiba, kumpulan militan yang memerangi askar India di Kashmir, menafikan mereka terlibat.

Amerika Syarikat semalam mengutuk serangan itu. Bakal presidennya, Barack Obama, berikrar bekerjasama dengan India untuk 'menghapuskan rangkaian pengganas'. / AFP, AP, Reuters