Wednesday, December 17, 2008

Putri Presiden Libya Beri Bintang Penghargaan Wartawan Pelempar Bush


Putri presiden Libya, Aisha Muammar al-Qaddafi memberi penghargaan wartawan yang melempar muka Presiden Bush



Hidayatullah.com--Putri presiden Libya, Aisha Muammar al-Qaddafi yang juga direktur Yayasan Amal Sosial "Wa'tashimu" Libya memberikan bintang penghargaan (wisam as-syaja'ah) kepada Muntadzir az-Zaidi, wartawan Iraq yang melempar muka Presiden Amerika Bush dengan sepatunya.

Dalam keterangan persnya, Yayasan "Wa'tashimu" memandang apa yang telah dilakukan oleh Zaidi adalah "sebuah kemenangan bagi hak asasi manusia, undang-undang, dan perdamaian internasional."

Selain itu, yayasan tersebut juga meminta pemerintahan Irak untuk memberikan penghargaan serupa, disamping menyerukan organisasi dan asosiasi pers internasional untuk memberikan dukungannya terhadap Zabidi untuk tidak titangkap dan diperkarakan.

Sementara itu, mantan ketua lembaga pembela Saddam Husain Khalil ad-Dalimi mengatakan bahwa ia telah mempersiapkan pembelaan hukum terhadap Zaidi bersama 200 pengacara Arab dan internasional lainnya.

Sebagaimana diketahui, az-Zaidi adalah seroang wartawan televisi Iraq, "Al-Baghdadiyyah".[qds/iol/atj/www.hidayatullah.com]

Al Zaidi Dikabarkan Mengalami Luka dan Patah Tangan
Wednesday, 17 December 2008 08:47

Kondisi terakhir wartawan Iraq, Muntazar Al Zaidi misterius. Dia dikabarkan luka bagian kepala dan patah tangan



Hidayatullah.com-- Keberadaan pelempar sepatu terhadap Presiden AS George W Bush itu juga dirahasiakan. Namun diyakini bahwa saat ini Al Zaidi dirawat di sebuah RS di Baghdad, karena mengalami luka serius di bagian kepala dan patah tangan.

Informasi kondisi Al Zaidi ini disampaikan saudara kandungnya, Maitham Al Zaidi, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/12/2008). Menurut Maitham, Muntazar Al Zaidi mengalami luka serius di bagian kepala setelah dipukul tentara Irak dengan senapan seusai melempar Bush dengan sepatu.

Maitham mengatakan Al Zaidi saat ini dirawat di RS Ibnu Sina Baghdad dengan penjagaan sangat ketat tentara khusus Irak. "Yang kami ketahui dari seseorang yang menghubungi kita, bahwa Muntazar dilarikan ke RS Ibnu Sina. Dia mengalami luka di bagian kepala karena dihantam dengan gagang senapan dan salah satu lengannya patah," jelas Maitham.

Saat ditanya wartawan, siapa orang yang membocorkan informasi keberadaan Al Zaidi kepadanya, Maitham merahasiakannya. Karena itu, pengakuan Maitham ini belum bisa dikonfirmasi. Sejumlah pejabat Irak juga tak berkomentar sedikit pun mengenai kasus ini dan mengaku tidak bertanggung jawab.

Pihak militer AS mengatakan Al Zaidi berada di tahanan militer Iraq. Namun, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Irak membantah pernyataan militer AS dan mengaku tidak mengetahui kondisi Al Zaidi.

Seperti diberitakan, Ahad (14/12/2008), Al Zaidi yang terlihat marah, memanggil Bush dengan 'anjing' sebelum melempar sepasang sepatunya ke arah Bush. Bush yang saat itu berada di mimbar bersama PM Iraq Nuri Al Maliki menyampaikan jumpa pers, berhasil menunduk dan menghindari lemparan dua sepatu itu.

Dalam sekian detik, Zaidi kemudian dibekuk aparat di ruang jumpa pers itu. Al Zaidi kemudian diseret keluar dari ruangan. Al Zaidi sempat meronta dan berteriak mencoba melawan aparat. Setelah itu, nasib Al Zaidi tak diketahui pasti. Al Zaidi yang berumur 28 tahun dan merupakan jurnalis dari TV Stasiun Al-Baghdadia itu melakukan tindakan nekat karena kebenciannya terhadap Bush dan tentara AS. [dt/www.hidayatullah.com]
Middle East Online

Sunday, December 7, 2008

Laskar At Thayiba: “Kami Tidak Ada Hubungan dengan Serangan Mumbai”


Hidayatullah.com--Laskar At Thayiba menolak bertanggung jawab atas serangan terakhir di Mumbai. Dalam wawancaranya di majalah Out Look India (3/12) Hafidz Said, pempinan jama’ah milisi At Thayiba menafikan adanya berbagai macam bentuk hubungan antara jama’ahnya dengan serangan di kota Mumbai pada pekan lalu, yang menyebabkan 171 orang tewas dan 300 terluka.

Said mengatakan,”Kami tidak pernah melakukan hal itu, Laskar At Thayiba tidak akan membunuh rakyat sipil dan ini bukanlah hal pertama kali yang dituduhkan India kepada Pakistan, bahwa negara itu berada di belakang semua ini.

Lebih jauh dari itu, Said menyatakan bahwa tuduhan itu adalah cara India menghindar dari tanggung jawab.

“New Delhi menggunakan Islamabad sebagai kambing hitam atas ketidakmampuan negara itu memfungsikan intelijennya.

Sebagaimana diketahui bahwa India menuduh Laskar At Thayiba berada dibalik serangan itu. Laskar ini sebenarnya didirikan di Kunar Afghanistan tahun 1991. Pada tahun 1993 laskar yang terdiri dari warga Pakistan dan Afghanistan ini berhasil masuk ke wilayah Jamu Kashmir. Hingga dikenal bahwa laskar ini tetp aktif di Kashmir, hingga saat ini. [tho/iol/hidayatullah.com]
*Keterangan: Gambar hanya hiasan

Sunday, November 30, 2008

Gaza: Kewajiban Ukhuwah







Jalur Gaza atau sering disebut dengan Gaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.

Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.

Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael.

Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.

Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.

Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.

Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).

Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.

Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.

Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya

Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.

Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.

Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.

Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.

Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.

Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.

Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.

Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS:Al Hujuraat: 49 :10).

Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?

Rasulullah saw pernah bersabda:

Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).

Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).

Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.

Caranya? Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.

Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.

H. Ferry Nur S.S
tajuk asli: MENGENAI GAZA
Eramuslim

Friday, November 28, 2008

Jalan Cinta Hasan wa Husein: Beberapa Hadits Mengenai Ahlulbait Nabi (as)

Jalan Cinta Hasan wa Husein: Beberapa Hadits Mengenai Ahlulbait Nabi (as)

1.) "Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh. Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat, dan yang meninggalkannya akan tenggelam." (H.R. Thabrani)

2.) "Aku meninggalkan kalian yang apabila kalian pegang teguh tidak akan tersesat. Kitab Allah, dan keturunanku."(H.R. Tirmidzi)

3.) "Umatku yang pertama kali aku beri pertolongan (Syafa'at) kelak di hari Kiamat, adalah yang mencintai Ahli bait-ku."(H.R. al-Dailami)

4.) "Didiklah anak-anak kalian atas tiga hal. Mencintai Nabi kalian. Mencintai Ahli bait- ku. Membaca al-Qur'an.(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardaweih, dan at-Thabrani dalam kitab tafsir-nya)

5 Ketika turun ayat: "Katakanlah wahai Muhammad, Aku tidak meminta balasan apapun dari kalian kecuali mencintai kerabat." Kemudian Ibnu Abbas ra bertanya pada Rasulullah: Wahai Rasulullah, siapakah yang dimaksud dengan kerabat yang wajib kami cintai? Rasulullah SAW menjawab: Ali, Fatimah, dan anak keturunannya.

Demikian sebagian dalil-dalil dari Hadits Rasulullah SAW yang secara jelas menyatakan keutamaan Ahlu Bait. Bagaimana tidak, di dalam jasad mereka mengalir darah yang bersambung kepada makhluk yang paling utama, kekasih Allah, Rasulullah SAW.

Untuk lebih jelasnya lagi, saya persilahkan anda untuk membaca sendiri kitabnya al- Imam as- Suyuthi yang berjudul Ihya' al-Mayt fi Fadlo'il Ahli al-Bait, yg memuat 60 Hadits tentang keutamaan Ahlu Bait.

6.)Dari Yazid bin Hayan, katanya: "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Umar bin Muslim ke tempat Zaid bin Arqam r.a. Ketika kita sudah duduk-duduk di dekatnya, lalu Hushain berkata padanya: "Hai Zaid, engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Engkau dapat kesempatan melihat Rasulullah s.a.w., mendengarkan Hadisnya, berperang besertanya dan juga bersembahyang di belakangnya. Sungguh- sungguh engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali. Cubalah beritahukan kepada kita apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah s.a.w. Zaid lalu berkata: "Hai anak saudaraku, demi Allah, sungguh usiaku ini telah tua dan janji kematianku hampir tiba, juga saya sudah lupa akan sebahagian apa yang telah pernah saya ingat dari Rasulullah s.a.w. Maka dari itu, apa yang saya beritahukan kepadamu semua, maka terimalah itu, sedang apa yang tidak saya beritahukan, hendaklah engkau semua jangan memaksa-maksakan padaku untuk saya terangkan." Selanjutnya ia berkata: "Rasulullah s.a.w. pernah berdiri berkhutbah di suatu tempat berair yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau s.a.w. lalu bertahmid kepada Allah serta memujiNya, lalu menasihati dan memberikan peringatan, kemudian bersabda:
"Amma Ba'du, ingatlah wahai sekalian manusia, hanyasanya saya ini adalah seorang manusia, hampir sekali saya didatangi oleh utusan Tuhanku - yakni malaikatul-maut, kemudian saya harus mengabulkan kehendakNya - yakni diwafatkan. Saya meninggalkan untukmu semua dua benda berat - agung - iaitu pertama Kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah amalkanlah - dengan berpedoman kepada Kitabullah itu dan peganglah ia erat-erat." Jadi Rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk berpegang teguh serta mencintai benar-benar kepada kitabullah itu.
Selanjutnya beliau s.a.w. bersabda: "Dan juga ahli baitku. Saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku, sekali lagi saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku."
Hushain lalu berkata kepada Zaid: "Siapakah ahli baitnya itu, hai Zaid. Bukankah isteri- isterinya itu termasuk dari golongan ahli baitnya?" Zaid menjawab: "Ahli baitnya Rasulullah s.a.w. ialah Ahli keluarga keturunan - Ali, Alu Aqil, Alu Ja'far dan Alu Abbas." Hushain mengatakan: "Semua orang dari golongan mereka ini diharamkan menerima sedekah." Zaid berkata: "Ya, benar." (Riwayat Muslim)



Mumbai bermandi darah

28 Nov 2008 11:38AM

MUMBAI: Para penyerang bersenjata telah melancarkan beberapa siri serangan di bandar komersial India malam kelmarin, menyebabkan sekurang-kurangnya 100 orang terkorban dan lebih 300 orang cedera.

Sehingga akhbar ini dicetak, lebih 100 pelancong di Hotel Trident Oberoi masih ditawan oleh anggota militan. Bagaimanapun, para tebusan di Hotel Taj Mahal telah berjaya dibebaskan.

Lapan lagi lokasi turut diserang kumpulan militan yang mengenalkan diri mereka sebagai Deccan Mujahideen.

Ini termasuk sebuah stesen kereta api, sebuah hospital dan sebuah restoran popular.

Seorang rabai dan keluarganya pula ditawan di Bangunan Nariman, yang menempatkan Persekutuan Yahudi India.

Polis India berkata mereka telah menembak mati empat lelaki bersenjata dan menahan sembilan suspek.

Menurut mereka 81 orang awam, enam rakyat asing, dan 14 pegawai polis, termasuk ketua skuad anti- pengganas di Mumbai, Hemant Karkare, turut terbunuh dalam serangan semalam.

Seorang anggota militan di Hotel Trident Oberoi menghubungi saluran televisyen India dan berkata para tebusan hanya akan dibebaskan apabila semua 'mujahidin' atau 'pejuang Islam' yang kini ditahan di penjara India dibebaskan.

'Bebaskan semua mujahidin dan jangan ganggu penganut Islam di India,' kata lelaki yang mengenalkan dirinya sebagai Sahadullah.

Beberapa penggubal dasar dari Eropah termasuk antara pengunjung yang berada di Hotel Taj Mahal apabila penyerang bersenjata menyerbu sejurus tengah malam kelmarin.

'Saya berada di lobi dan tiba-tiba terdengar bunyi tembakan bertubi- tubi,' kata Sajjad Karim, yang menyertai delegasi yang sedang mengadakan lawatan ke Mumbai menjelang sidang puncak Kesatuan Eropah-India.

Menurutnya, seorang penyerang bersenjata tiba-tiba muncul di depan mereka.

'Dan dia mula melepaskan tembakan ke arah kami... Saya cepat-cepat lari di arah bertentangan,' katanya.

Menurut saksi, beberapa lelaki bersenjatakan raifal AK-47 telah menyerbu stesen kereta api Chhatrapati Shivaji dan melepaskan tembakan secara rambang.

'Mereka pakai T-shirt hitam dan jeans biru. Mereka bawa senjata besar. Mereka lepaskan tembakan secara rambang, kemudian melarikan diri. Dalam masa beberapa saat, ramai orang rebah,' kata seorang saksi, Nasim Inam.

Penyerang bersenjata juga melepaskan tembakan di Cafe Leopold, restoran popular di kalangan pelancong asing dan di ibu pejabat polis di selatan Mumbai. Hospital Cama dan Albless serta Hospital G.T turut menjadi sasaran kumpulan itu.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh, semalam berkata, 'Serangan yang dirancang rapi, mungkin dengan bantuan luar, bertujuan mencetus huru-hara dengan memilih sasaran berprofil tinggi.'

Stesen televisyen Times Now, yang menukil pegawai perisikan berkata kumpulan bersenjata itu mungkin datang dari Pakistan.

Tentera laut India telah menahan sebuah kapal berdaftar di Vietnam yang disyaki menurunkan pengganas ke dalam bot laju di Laut Arab sebelum menyerang Mumbai, lapor stesen televisyen IBN.

Sehubungan itu, Abdullah Ghaznavi, seorang jurucakap Lashkar-i-Tayyiba, kumpulan militan yang memerangi askar India di Kashmir, menafikan mereka terlibat.

Amerika Syarikat semalam mengutuk serangan itu. Bakal presidennya, Barack Obama, berikrar bekerjasama dengan India untuk 'menghapuskan rangkaian pengganas'. / AFP, AP, Reuters











Wednesday, November 26, 2008

Akhirnya Arrahmah.com Kembali Lagi







Setelah lebih dari satu minggu kami menutup situs arrahmah.com, kini kami
hadir kembali ke tengah-tengah pembaca untuk terus menyuarakan kebenaran
(Insya Allah). Kini kami hadir dengan tampilan baru yang pastinya lebih baik
dari sebelumnya. Semoga dengan tampilan baru ini, kami akan lebih memberikan
sesuatu yang terbaik dan bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Sejak menampilkan foto sang syahid (Insya Allah) Imam Samudra Rahimahullah,
situs arrahmah.com kebanjiran pengunjung, hingga server kami tidak mampu
menampungnya, dan situs arrahmah.com terpaksa kami tutup sementara.

Kami sempat online lagi pada Senin 17 November lalu, namun ternyata jumlah
kunjungan ke website ini terus meningkat, bahkan jauh lebih banyak dibanding
hari ketika kami pertama kali menampilkan foto As Syahid (insya Allah). Itu
yang membuat situs kami drop kembali. Ini adalah alasan satu-satunya kami
menutup sementara arrahmah.com. Bukan karena adanya tekanan atau ancaman
dari pihak manapun.

Insya Allah, kru arrahmah.com tidak akan pernah takut dengan ancaman atau
tekanan yang datang dari pihak manapun yang ingin menghancurkan media-media
Islam penyuara kebenaran. Selama kami masih berada di jalur yang benar dan
Insya Allah, Allah meridhoi langkah kami, kami tidak akan takut dengan
apapun juga.

Semoga kami bisa terus istiqomah dan terus berada di jalan yang lurus dan
selalu mendapatkan perlindungan dari Allah. Amien...


Tim Arrahmah.Com

Monday, November 24, 2008

Terorisme (Al Irhaab) Trend Abad ke-21


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an :

"Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir (Nasrani, Yahudi, Musyrik, Orang-orang murtad, dll) rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak meurunkan keterangan tentang itu.” (Q.S Ali Imran, 3: 151)

Dalam ayat ini. Allah SWT secara jelas menginformasikan kepada kita bahwa Dia akan menteror dan akan memasukkan teror ke dalam hati orang-orang kafir yaitu non muslim karena kesyirikan yang mereka lakukan, menyekutukan Allah dengan yang lain. Bentuk syirik (mengadakan tandingan dengan Allah) bisa berupa voting (memilih) hukum buatan manusia, berhukum pada konstitusi kufur (non Islam), mengatakan bahwa Allah memiliki seorang anak laki-laki, berhukum pada PBB dan lain-lain. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa orang-orang non muslim akan hidup dalam ketakutan dan teror karena mereka menyekutukan Allah dengan Tuhan-tuhan yang palsu yang tidak akan dapat memberikan manfaat kepada mereka atau dapat menolak bahaya dari mereka. Mereka menyembah hawa nafsu mereka sendiri, hukum di negaranya, berhala, orang-orang alimnya, pendeta-pendeta, dan lain-lain. Karena ini adalah kejahatan yang besar maka Allah bersumpah untuk menteror mereka.

Lebih lanjut, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu mengantarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahui.” (Q.S Al Anfaal,8:60).

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk menteror (turhibun) musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kita, dengan menyiapkan perlengkapan seperti artileri, kekuatan dan senjata yang dapat kita persiapkan. Dalam ayat itu, Allah secara langsung memerintahkan kepada kita untuk menggunakan terorisme dalam melawan para aggressor dan musuh-musuh Allah, segala puji hanya bagi-Nya.

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh Mujahidin melawan musuh-musuh Allah di berbagai tempat seperti di New York, Wahshington, Bali, Turki, Riyaad, dan Madrid, sesungguhnya aksi-aksi tersebut adalah aksi Terorisme (Al-Irhaab) dan orang yang melakukan penyerangan tersebut adalah seorang teroris. Sebagaimana aksi penyerangan yang dilakukan oleh AS, UK (Ingggris) dan kekuatan koalisinya di berbagai tempat seperti Afghanistan, Palestina, Chechnya, Iraq, Khasmir, dan lain-lain.
Sesungguhnya itu adalah aksi terorisme terhadap wanita, anak-anak dan orang-orang yang sudah tua. Keduanya merupakan aksi terorisme yang digunakan untuk mempropagandakan ideologi dan memasukkannya ke negara lain di dunia, lalu siapa pelaku kriminal yang sebenarnya?

Ada dua tipe terorisme, satu tipe dipuji Allah SWT dan satunya dicela dan layak mendapat hukuman yang berat di kehidupan ini dan akhirat kelak. Penyerangan bentuknya juga ada dua, yaitu satu bentuknya pro kehidupan dan satunya melawan kehidupan. Adapun penyerangan yang dilakukan oleh AS dan Inggris di Afghanistan dan di Iraq adalah bentuk penyerangan yang melawan kehidupan karena mereka menyerang wanita-wanita muda, anak-anak dan orang-orang tua. Bentuk terorisme yang digunakan AS, Inggris dan sekutu-sekutunya sesungguhnya merupakan bentuk agresi, kejahatan, penyimpangan dan kedzoliman yang layak mendapatkan hukuman yang berat dan mendapat penghinaan dari Allah karena bentuk terorisme yang mereka lakukan secara langsung telah menteror ummat dalam hal kesucian kehidupan mereka, kekayaan dan tanah milik mereka (yaitu muslim). Adapun terorisme yang digunakan oleh Mujahidin adalah terorisme yang terpuji, mulia dan bentuk terorisme yang diberkahi Allah karena terorisme tersebut melawan orang-orang yang tidak memiliki kesucian atas kehidupan mereka, orang yang mendukung agresor (penjajah) dan penguasa yang dzolim serta orang-orang yang menyebarkan kemungkaran dan kejahatan di muka bumi. Terlebih lagi terorisme tersebut dalam rangka menjalankan perintah Allah, Dzat yang telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menteror musuh-musuh-Nya.

Aksi-aksi penyerangan yang dilakukan oleh Mujahidin dalam rangka melawan orang-orang yang mendukung Thagut, menyembah dan mematuhinya, juga digunakan untuk melawan orang-orang yang tidak memiliki perjanjian keamanan dengannya. Islam tidak membenarkan adanya penghianatan yaitu hidup di tengah-tengah orang dimana kamu memiliki perjanjian keamanan lalu membunuhnya dan mengambil hartanya seperti orang-orang yang memiliki kewarganegaraan atau perjanjian dengan rezim dimana mereka hidup dalam suatu negara seperti AS, Inggris, Spanyol, Italia, dan lain-lain (karena berbeda halnya dengan hidup di bawah penguasa muslim yang murtad di negeri muslim). Secara lengkap dilarang melaksanakan aksi penyerangan melawan orang (yang mereka memiliki perjanjian dengannya), secara fakta itu adalah dosa besar dan dianggap sebagai bentuk penghianatan dalam Islam.

Definisi terorisme menurut orang-orang kafir adalah tidak relevan (tidak berhubungan) dan tidak signifikan bagi orang muslim. Ini disebabkan karena kita hanya merujuk pada Islam sebagai maraji’ (referensi) yaitu poin rujukan dan furqon (kriteria pembeda antara yang hak dan yang bathil). Dalam kasus definisi mereka terorisme juga diaplikasikan kepada mereka sendiri sebagaimana mereka telah mensistem untuk melakukan aksi penyerangan melawan orang-orang yang tidak berdosa untuk membenarkan politik mereka sendiri.

Ummat muslim seharusnya tidak boleh takut untuk dikatakan sebagai teroris, fundamentalis, dan ekstrimis. Pertama itu merupakan bagian propaganda orang-orang kafir melawan Islam dan kaum muslimin, juga digunakan melawan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya, mereka adalah orang-orang yang dilabeli sebagai teroris, ekstrimis, ahli magic, pembohong dan ahli sihir! Kedua, karena itu adalah hal yang benar, kita adalah teroris sebagaimana Allah telah memerintahkan kapada kita untuk menggunakan terorisme. Kita juga adalah orang fundamentalis karena kami merujuk pada fundamental (dasar-dasar fondasi) dari Islam seperti Tauhid dan sebagai seorang yang ekstrimis karena sejak awal kita sangat ekstrim melawan pornografi, alkohol, klub-klub malam, kedzoliman, kekejaman, penyimpangan, kejahatan, dan lain-lain, yaitu hukum buatan manusia.

Ummat muslim seharusnya sadar bahwa oang-orang kafir akan selalu bermain-main dengan terminologi perang dalam rangka untuk membungkam orang-orang beriman dan menjadikan kita tampak sebagai agresor. Bagaimanapun, ini tidak akan berpengaruh kepada Mujahidin (orang-orang yang mencintai Allah lebih daripada siapapun dan tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun) karena mereka sadar bahwa kita ini berada dalam perang antara Islam dan kekufuran, kebenaran akan selalu berada diantara golongan minoritas. Allah SWT berfirman :

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Q.S Al Anaam,6:116).

Kecintaan dan ketakutan mereka hanya pada Allah, Allah melarang mereka untuk takut kepad orang-orang kafir dan propagandanya. Mereka tetap teguh dalam masa yang krisis dan sulit ini, selalu memohon kepada Allah untuk mendukung dan memberikan kemenangan padanya (bukan pada PBB atau anggota parlemen). Mereka mengetahui Tuhan yang mereka sembah (nama-nama dan sifat-sifat-Nya) dan memahami kebenaran dari makna Laa Ilaaha Illallah, meninggalkan hawa nafsu, Tuhan-tuhan palsu, adat, tradisi, dan lain-lain lalu beriman kepada Allah semata.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Islam datang sebagai sesuatu yang ‘asing’ dan akan kembali menjadii sesuatu yang ‘asing’. Surga bagi orang-orang yang ‘asing’. Beliau SAW ditanya :”Ya Rasulullah, siapakah Al Ghouroba’ itu (orang-orang yang ‘asing’ itu)? Beliau menjawab : orang-orang yang meninggalkan (suku, adat, tradisi, dan lain-lain dari kaumnya)”.

Oleh karena itu, dalam masa krisis ini, sangat penting untuk bersama dengan golongan minoritas dan orang-orang yang terlihat sebagai oprang-orang yang ‘asing’ atau aneh. Semoga Allah mengembalikan kekhalifahan (negara Islam) sesegera mungkin kepada kita dan yang terakhir memberikan pemahaman kepada kita yang benar akan Tauhid, nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

AlMuhajirun